Monday, October 8, 2012

JALAN TIDAK SELALU LURUS



Ada tingkungan bernama kegagalan.
Ada bundaran bernama kebingungan
Ada tanjakan bernama teman
Ada rambu-rambu bernama keluarga
Ada lampu merah bernama musuh
Ada lampu kuning bernama peluang
...
Kita akan mengalami ban kempes dan pecah

itulah HIDUP

TAPI jika kita membawa :

* Ban serep bernama TEKAD
* Mesin bernama KETEKUNAN
* Asuransi bernama IMAN
* Dan kemudi bernama TUHAN

Sampailah kita di daerah yang di sebut SUKSES dan BAHAGIA
 
Sumber : Strawbery pages fb
read more

Curiculum Vitae (CV) Tak Perlu Bertele-tele

Curriculm vitae (CV) atau resume memuat pengalaman dan kualifikasi diri seseorang ketika akan melamar sebuah pekerjaan. Maka, tidak salah ketika penilaian pertama bagi calon karyawan oleh perusahaan didasarkan pada resume tersebut.  

Adhitya D Sunur selaku Marketing Manager PT JobsDB Indonesia mengungkapkan, saat ini orang tidak perlu membawa CV yang bertele-tele. "CV itu harus memiliki nilai jual sama halnya Anda membuat iklan di TV. Hanya dengan 30 detik tapi bisa membuat pemirsa tertarik dengan iklan yang dibuat. Nah, CV juga harus mempunyai efek seperti itu," kata Adhit ketika berbincang dengan Okezone di JobsDB Career Expo 2012, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Minggu (23/9/2012).

Realitanya, CV adalah suatu langkah yang ditempuh sebelum menjalankan proses interview sehingga akan menjadi sorotan perusahaan. "CV yang menarik, maka perusahaan akan segera melirik Anda untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yaitu wawancara," ungkapnya.

Pria berbadan besar menyebutkan, format penulisan yang menarik bisa dicari di internet. Namun, kata Adhit, yang jadi soal bukan format penulisannya melainkan konten yang diberikan dalam CV tersebut.

"Yang jelas CV itu harus berkaitan dengan perusahaan apa yang mau dilamar. Pengalaman kerja, pendidikan, dan organisasi yang pernah di ikuti itu sangatlah perlu untuk dituangkan," tutur Adhit.

Menurut Adhit, contoh CV yang berlebihan adalah menuliskan background pendidikan yang terlalu panjang. Mulai dari TK hingga tamat S-1. "Kalau sudah S-1, untuk apa menuliskan SD dan SMP? Itu hanya bertele tele. Lalu menuliskan sifat, sikap, lalu hobi yang tidak berkorelasi dengan perusahaan. CV yang tebal justru menyulitkan perusahaan dan membuat jenuh para HRD," paparnya.

Dia mengimbau kepada para perguruan tinggi untuk membekali mahasiswanya mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja. Termasuk di dalamnya cara menulis CV. "Harapan saya, perguruan tinggi seharusnya juga mengajarkan bagaimana cara efektif untuk menulis CV. Jadi jangan dibekali teoritisnya saja namun aplikatifnya juga diajarkan," tandasnya.

Sumber : Okezone
read more

Regulasi Pendidikan Nasional




Regulasi Pendidikan Nasional

Undang-Undang

1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional [ Link ]

2. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen [ Link ]

read more

Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku



Ada yang hangat mengalir dari pipi
Ada yang bergetar dalam hati
Ada yang diam tak mampu berkata lagi
...
Ada bahagia di sini
Terima kasih telah menjadikanku sebagai kekasih hati.

Karena Illahi Rabbi semua ini terjadi
Kasih ini mengalir hingga lewati imajinasi.

Memilikimu adalah satu harapanku.
Yaa Allah, satukanlah kami walau kita tak pernah bertemu.
Dirajut dg CintaNya hingga ke JannahNya.

Ingatkan aku kala aku lupa
Maafkan aku kala aku khilaf
Jangan lupakan aku kala kau bahagia
Jangan pergi dariku kala engkau terluka

Aku akan selalu ada dlm hatimu
Walau hanya sesekali kau singgah ketika kau rindu
Di JannahNya impianku kita bertemu
Karena Allah aku mencintaimu
Semoga cinta kita tetap abadi
Hingga waktu terus berganti
Di SyurgaNya tempat kita bersua nanti.

Sumber : Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku
read more

Sunday, October 7, 2012

Kurikulum Harus Memuat Semangat Antikorupsi



Sumber Kompas
Friksi yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri seakan menjadi momentum semakin gencarnya kampanye gerakan antikorupsi. Banyak pihak yang menyatakan "perang" terhadap korupsi dengan cara mendukung KPK untuk mengusut tuntas semua kasus korupsi.

Retno Listyarti, Ketua Ketua Ikatan Guru Civic Indonesia (IGCI), mengatakan, perlu adanya semangat antikorupsi dalam kurikulum pendidikan nasional. Pendidikan antikorupsi, menurutnya, penting dan harus disampaikan kepada siswa dengan cara yang lebih kreatif.

"Ada dua hal yang belum dimuat kurikulum, semangat multikultural dan antikorupsi. Bukan sekadar hafalan, melainkan sajikan dengan cara tematik dan perluas ruang diskusi," kata Retno saat ditemui
Kompas.com di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (7/10/2012).

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini juga mengimbau sekolah mulai membuat gerakan siswa untuk mendukung KPK melawan korupsi. Baginya, tak ada alasan sekolah untuk melarang lahirnya gerakan seperti itu karena akan memberi dampak positif untuk nalar dan pembentukan sikap peserta didik.

"Jangan kaget kalau ada gerakan murid mendukung KPK memberantas korupsi, dan sekolah tak boleh melarang. Anak SMA bisa diberikan materi yang lebih khusus, tapi anak-anak di SD cukup diberikan asupan untuk melatih kejujuran," katanya.

Sebelumnya, Retno bersama puluhan anggota FSGI ikut bergabung dalam barisan yang menyerukan dukungan pada KPK. Alasannya, pendidikan yang berkeadilan dan berkualitas tak akan terwujud jika pemberantasan korupsi belum selesai dilakukan



Sumber : Kompas
read more

Sunday, September 30, 2012

PELANGI






menjadi pelangi sesungguhnya,,,

tanpa tiang, tanpa penyangga...
tangguh dan anggun

sulit bkn b'arti gak bs!

Tetap tsenyum mhadapi semua,,

SEMANGATT,,, krn hidup adalah pjuangan n smua pjuangn gak akan sia2,,, :)

Ma, aq pelangi mu. Dan akan terus berusaha menjadi pelangi,,,

Luph u Mom,,

@mekakau ilir, okus
25012011
read more

Uji Kompetensi Guru Gelombong Kedua



 Uji kompetensi guru (UKG) secara online bagi guru bersertifikat gelombang kedua dimulai Selasa (2/10/202). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan pelaksanaan UKG online kedua siap digelar.

"Kami sudah minta semua tempat uji komptensi siap. Jadi, mana yang siap, ya ujian dilaksanakan. Yang belum siap, ada waktu sampai akhir Oktober," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikbud Syawal Gultom, Minggu (30/9/2012), di Jakarta.
Pelaksanaan UKG online tahun ini dikhususkan bagi guru bersertifikat sebanyak 1.006.216 guru mulai TK hingga SMA sederajat. Pelaksanaan UKG online gelombang pertama pada akhir Juli lalu bermasalah, terutama karena gagal koneksi. Lebih dari 800 tempat ujian tidak berfungsi sehingga guru gagal ujian. Ada juga guru yang bisa ujian, tetapi materi soal yang keluar tidak lengkap.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) meminta UKG online dilaksanakan jika pemerintah menjamin kesiapan hingga tingkat teknis, terutama jaringan internet. "Jangan sampai pemerintah tidak belajar dari permasalahan UKG online yang pertama," kata Sulistiyo. 

Sumber : Kompas
read more
Copyright © 2011 By Geuliz Art