Tuesday, October 9, 2012

Mulai Juli 2013, BOS SMA Dikucurkan


Bantuan operasional sekolah untuk SMA/SMK akan dikucurkan mulai Juli 2013. Alokasi bantuan ini untuk meningkatkan akses lulusan SMP melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK atau MA.

Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, rintisan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk SMA/SMK sebenarnya sudah mulai dikucurkan tahun ini sebesar Rp 120.000 per siswa tiap tahun.

Pada 2013, untuk Januari-Juni, tetap dikucurkan rintisan BOS SMA/SMK Rp 60.000 per siswa. Mulai Juli dikucurkan BOS untuk mendukung pendidikan menengah universal atau rintisan wajib belajar 12 tahun yang besarnya Rp 1 juta per siswa tiap tahun. ”Tetapi, hitungannya dimulai tahun ajaran baru 2013, yakni Juli,” kata Hamid.

Kemdikbud mengalokasikan anggaran Rp 4,28 triliun untuk BOS 4,25 juta siswa SMA dan 4,23 juta siswa SMK.

Bantuan operasional juga diberikan untuk pendidikan khusus dan layanan khusus, seperti SMA luar biasa. Untuk satu siswa, dialokasikan Rp 2 juta per tahun. Penerimanya 7.000 siswa.

Bantuan serupa diberikan untuk pendidikan Paket C atau setara SMA. Bantuan disalurkan kepada 30.000 siswa dengan jumlah Rp 1,3 juta per siswa per tahun.

Ferdiansyah, anggota Komisi X DPR, mempertanyakan alokasi dana BOS SMA dan SMK yang besarannya disamakan. ”Padahal, kebutuhan dana SMK lebih besar daripada SMA, terutama ada komponen praktik siswa yang harus berjalan,” kata Ferdiansyah di Jakarta, Senin (8/10/2012).

Aturan harus jelas
Anggota Komisi X DPR, Zulfadhli, mengatakan, penyaluran dana BOS harus jelas aturannya dan jangan sampai karut-marut seperti terjadi pada BOS SD dan SMP. Selain aturan umum, harus ada petunjuk teknis penggunaan dananya sehingga tidak ada celah bagi sekolah untuk memungut iuran lagi dari siswa.

Kemendikbud, lanjut Zulfadhli, harus mengawasi penyaluran BOS sekolah menengah dengan baik. ”Dana BOS yang langsung disalurkan ke sekolah bisa lemah pengontrolannya karena pemerintah daerah dapat berdalih tidak dilibatkan dalam penyalurannya,” katanya.

Ia menambahkan, Kemendikbud juga perlu memastikan agar pemerintah daerah yang sudah memiliki program BOS SMA/SMK tidak menghentikan bantuannya karena ada program serupa dari pemerintah pusat. Kucuran dana dari pemerintah pusat dan daerah seharusnya menjadi jaminan bagi siswa SMA/SMK untuk tidak lagi dipungut biaya sekolah.

Hamid menuturkan, alokasi BOS sekolah menengah memang belum dapat menggratiskan biaya pendidikan menengah. Berdasarkan acuan peraturan mendiknas tahun 2006/2007 saja, kebutuhan biaya SMA senilai Rp 1 juta per siswa per tahun, sedangkan SMK Rp 1,2 juta per siswa per tahun.

Padahal, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, pengeluaran orangtua untuk pendidikan menengah dua kali lipat daripada yang diproyeksikan Kemendikbud. (ELN) 

Sumber : Kompas
read more

Game Menyebrang Sungai

[Ngepost Game Matematika]
 
Nahhhh.. Ada lagi nih game asah logika. Pada game ini kita diharuskan menyebrangkan semua orang ke seberang tanah dengan perahu (entah disebut apa) hehe. Tantangan di game ini cukup sama dengan tantangan sebelumnya, yaitu ada orang yang tidak bisa dipisah atau disatukan dengan orang yang lainnya. Game ini punya tingkat kesulitan yang lebih dari game lainnya, tapi juga lebih menantang. Mesti cobaa nihh..
 Ukuran File: 997 KB
Download Game

Klik lingkaran biru utk start
Aturan :
  1. Perahu hanya muat 2 orang maksimum..
  2. Bapak tidak bisa bersama anak perempuan tanpa ada Ibu
  3. Ibu tidak bisa bersama anak laki tanpa ada Bapak
  4. Penjahat tidak bisa bersama anggota keluarga manapun tanpa ada Polisi.
  5. Hanya Polisi, Bapak dan Ibu yang bisa menjalankan perahu.
  6. Untuk menaik/turunkan, click orang ybs.

Untuk menjalankan perahu, click lingkaran merah di ujung tiang.
Rata2 waktu utk penyelesaian = 15 menit.
Di Jepang ini dipakai utk test IQ.


Sumber : doktermath.blogspot.com
read more

Monday, October 8, 2012

JALAN TIDAK SELALU LURUS



Ada tingkungan bernama kegagalan.
Ada bundaran bernama kebingungan
Ada tanjakan bernama teman
Ada rambu-rambu bernama keluarga
Ada lampu merah bernama musuh
Ada lampu kuning bernama peluang
...
Kita akan mengalami ban kempes dan pecah

itulah HIDUP

TAPI jika kita membawa :

* Ban serep bernama TEKAD
* Mesin bernama KETEKUNAN
* Asuransi bernama IMAN
* Dan kemudi bernama TUHAN

Sampailah kita di daerah yang di sebut SUKSES dan BAHAGIA
 
Sumber : Strawbery pages fb
read more

Curiculum Vitae (CV) Tak Perlu Bertele-tele

Curriculm vitae (CV) atau resume memuat pengalaman dan kualifikasi diri seseorang ketika akan melamar sebuah pekerjaan. Maka, tidak salah ketika penilaian pertama bagi calon karyawan oleh perusahaan didasarkan pada resume tersebut.  

Adhitya D Sunur selaku Marketing Manager PT JobsDB Indonesia mengungkapkan, saat ini orang tidak perlu membawa CV yang bertele-tele. "CV itu harus memiliki nilai jual sama halnya Anda membuat iklan di TV. Hanya dengan 30 detik tapi bisa membuat pemirsa tertarik dengan iklan yang dibuat. Nah, CV juga harus mempunyai efek seperti itu," kata Adhit ketika berbincang dengan Okezone di JobsDB Career Expo 2012, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Minggu (23/9/2012).

Realitanya, CV adalah suatu langkah yang ditempuh sebelum menjalankan proses interview sehingga akan menjadi sorotan perusahaan. "CV yang menarik, maka perusahaan akan segera melirik Anda untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yaitu wawancara," ungkapnya.

Pria berbadan besar menyebutkan, format penulisan yang menarik bisa dicari di internet. Namun, kata Adhit, yang jadi soal bukan format penulisannya melainkan konten yang diberikan dalam CV tersebut.

"Yang jelas CV itu harus berkaitan dengan perusahaan apa yang mau dilamar. Pengalaman kerja, pendidikan, dan organisasi yang pernah di ikuti itu sangatlah perlu untuk dituangkan," tutur Adhit.

Menurut Adhit, contoh CV yang berlebihan adalah menuliskan background pendidikan yang terlalu panjang. Mulai dari TK hingga tamat S-1. "Kalau sudah S-1, untuk apa menuliskan SD dan SMP? Itu hanya bertele tele. Lalu menuliskan sifat, sikap, lalu hobi yang tidak berkorelasi dengan perusahaan. CV yang tebal justru menyulitkan perusahaan dan membuat jenuh para HRD," paparnya.

Dia mengimbau kepada para perguruan tinggi untuk membekali mahasiswanya mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja. Termasuk di dalamnya cara menulis CV. "Harapan saya, perguruan tinggi seharusnya juga mengajarkan bagaimana cara efektif untuk menulis CV. Jadi jangan dibekali teoritisnya saja namun aplikatifnya juga diajarkan," tandasnya.

Sumber : Okezone
read more

Regulasi Pendidikan Nasional




Regulasi Pendidikan Nasional

Undang-Undang

1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional [ Link ]

2. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen [ Link ]

read more

Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku



Ada yang hangat mengalir dari pipi
Ada yang bergetar dalam hati
Ada yang diam tak mampu berkata lagi
...
Ada bahagia di sini
Terima kasih telah menjadikanku sebagai kekasih hati.

Karena Illahi Rabbi semua ini terjadi
Kasih ini mengalir hingga lewati imajinasi.

Memilikimu adalah satu harapanku.
Yaa Allah, satukanlah kami walau kita tak pernah bertemu.
Dirajut dg CintaNya hingga ke JannahNya.

Ingatkan aku kala aku lupa
Maafkan aku kala aku khilaf
Jangan lupakan aku kala kau bahagia
Jangan pergi dariku kala engkau terluka

Aku akan selalu ada dlm hatimu
Walau hanya sesekali kau singgah ketika kau rindu
Di JannahNya impianku kita bertemu
Karena Allah aku mencintaimu
Semoga cinta kita tetap abadi
Hingga waktu terus berganti
Di SyurgaNya tempat kita bersua nanti.

Sumber : Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku
read more

Sunday, October 7, 2012

Kurikulum Harus Memuat Semangat Antikorupsi



Sumber Kompas
Friksi yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri seakan menjadi momentum semakin gencarnya kampanye gerakan antikorupsi. Banyak pihak yang menyatakan "perang" terhadap korupsi dengan cara mendukung KPK untuk mengusut tuntas semua kasus korupsi.

Retno Listyarti, Ketua Ketua Ikatan Guru Civic Indonesia (IGCI), mengatakan, perlu adanya semangat antikorupsi dalam kurikulum pendidikan nasional. Pendidikan antikorupsi, menurutnya, penting dan harus disampaikan kepada siswa dengan cara yang lebih kreatif.

"Ada dua hal yang belum dimuat kurikulum, semangat multikultural dan antikorupsi. Bukan sekadar hafalan, melainkan sajikan dengan cara tematik dan perluas ruang diskusi," kata Retno saat ditemui
Kompas.com di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (7/10/2012).

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini juga mengimbau sekolah mulai membuat gerakan siswa untuk mendukung KPK melawan korupsi. Baginya, tak ada alasan sekolah untuk melarang lahirnya gerakan seperti itu karena akan memberi dampak positif untuk nalar dan pembentukan sikap peserta didik.

"Jangan kaget kalau ada gerakan murid mendukung KPK memberantas korupsi, dan sekolah tak boleh melarang. Anak SMA bisa diberikan materi yang lebih khusus, tapi anak-anak di SD cukup diberikan asupan untuk melatih kejujuran," katanya.

Sebelumnya, Retno bersama puluhan anggota FSGI ikut bergabung dalam barisan yang menyerukan dukungan pada KPK. Alasannya, pendidikan yang berkeadilan dan berkualitas tak akan terwujud jika pemberantasan korupsi belum selesai dilakukan



Sumber : Kompas
read more
Copyright © 2011 By Geuliz Art